Minggu, 09 Juni 2013

PENGERTIAN ENSEMBEL MUSIK


A. PENGERTIAN SECARA LEKSIKAL
Ditinjau dari asal katanya menurut kamus, ensambel berasal dari kata ensemble (Perancis); dan ansamble (Inggris), yang bermakna “bersama-sama”. Namun jika dilakukan penerjemahan sesuai kamus yang sebenarnya, maka kata ensamble atau ansamble, tidak akan ditemukan. Kedudukan kata ini sama dengan kata “tuts”, “keyboard” dan “band”. Tuts pada piano, secara leksikal belum disepakati ahli sebagai “bilah-bilah nada” pada piano sampai sekarang. “Tuts ya tuts”. Sama halnya dengan keyboard, tidak bisa disederhanakan diartinya secara leksikal sebagai “papan nada”. “Keyboard ya “keyboard”. Oleh karena itu, menurut lafaz (cara pengucapan) dalam bahasa Indonesia, banyak ahli musik sepakat jika kata-kata musik yang tidak punya makna leksikal tunggal (satu makna kamus) itu tetap saja dibaca sesuai dengan tulisannya menurut bahasa asingnya, atau di-lafaz-kan menurut bahasa Indonesia dari “yang didengar” pada pengucapan bahasa asingnya. Sehingga kedua kata (ensemble –Perancis dan ansamble  -Inggris), lebih tepat untuk tetap diucapkan sebagai “ensembel” dalam pengucapan atau penulisan menurut bahasa Indonesia, yang sama kedudukannya dengan “tuts” ditulis tuts, “keyboard” ditulis keyboard, atau “band” ditulis band.
http://youtu.be/R7JT5lbYmCY 
Pada awalnya kata ensemble atau ansamble lebih populer di dunia industri teknologi otomotif, khususnya pada bidang perakitan (ensembling) mesin-mesin mekanik. Mobil atau motor yang bergerak secara mekanik karena adanya bagian-bagian mesin yang terpasang dan membentuk sistem kerjasama motorik, juga dianggap sebagai sebuah proses ensabling. Dengan kata lain, mobil, motor, kapal terbang, dsb, bisa bergerak karena adanya proses ensambling mekanik yang terjadi antar bagian pada mesin kendaraan transportasi tersebut.
Dalam perkembangannya, penggunaan kata ensembel juga meluas di berbagai bidang. Pada dunia kesehatan, juga dikenal kata medical ansamble, yang dapat disinonimkan dalam arti “kerjasama” antara sesama tenaga medis dalam kegiatan operasi besar. Di dunia fisika, ada optical ansamble, yaitu kerjasama lensa dalam sistem perbesaran optik di teropong dan mikroskop. Jadi sejak sekarang dapat kita pahami bahwa ensembel tidak hanya dipakai dalam dunia musik, tapi sebuah kata kerja (verba) atau kata kerja pengganti kata benda (pronomina) yang sudah mengalami generalisasi makna kian meluas. Artinya, kata ini umum dan cukup luas dipakai dalam berbagai bidang seperti mekanik, medis, fisika, dan tidak terkecuali di bidang musik.

http://youtu.be/4k8rAFND9qg
Pada pihak banyak pengamat musik, ensembel, justru lebih dulu muncul di dunia musik daripada kemunculan ensembel dalam bidang yang lain. Logikanya, musik adalah kesenian yang lebih dulu muncul dalam peradaban manusia daripada bidang yang lain. Sebelum manusia mengenal industri masa industrial revolution (revolusi industri) di Inggris dan Jerman di abad ke-19, musik sudah lebih dulu hadir dalam peradaban kuno, baik yang berlatar belakang zaman batu, logam, masa bercocok tanam, maupun berlanjut pada zaman abad pertengahan, dan modern sekarang ini.
Pemahaman logika di atas, tentu sejalan dengan berbagai tulisan yang ada dalam sejarah musik dunia. Manusia bernyanyi bersama, bermain alat musik bersama, baik dalam musik vokal atau instrumental, pada berbagai kegiatan ritual dan upacara, sudah biasa dan umumnya dibuat dalam “permainan bersama”. Malah cikal bakal perkembangan “musik resital” (permainan musik individual), pada kebudayaan kuno dan primitif, berawal dari permainan musik bersama-sama. Boleh dikatakan juga bahwa dalam sejarahnya, permainan musik secara ensembel (bersama-sama) justru lebih dulu muncul dibandingkan dengan permaian musik individual. Hal ini juga bersamaan dengan tatanan atau cara hidup masyarakat zaman kuno dan primitif yang terpola dalam kelompok dan kerjasama. Sehingga pola kehidupan dengan cara demikian, berpengaruh ke dalam kehidupan kesenian mereka, khususnya bidang musik.

A. PENGERTIAN SECARA TERMINOLOGI
Idealnya, memahami kata ensembel dalam musik tidak bisa diartikan menurut makna kamus semata. Akan lebih tepat apabila kata “ensamble; ansamble” itu dilihat dalam makna menurut kontek (contextual- therminology). Sama juga dalam memahami kata “tuts” yang jika tidak dikaitkan dengan konteks piano, juga tidak bermakna apa-apa. Jadi jika kata ensambel hanya diartikan secara sepihak (tidak dihubungkan dengan kontek musik), maka akan sulit memahaminya, atau malah akan bisa bergeser maknanya pada bidang-bidang yang lain.
Dalam kamus musik, seperti yang dirilis oleh Banoe (2003: 133) dijelaskan bahwa ensembel dapat diartikan dalam dua makna, yaitu: (1) Ensembel sebagai kelompok musik dalam satuan kecil; (2) Ensembel adalah kesatuan, kebersamaan, dalam musik yang dimainkan bersama-sama, dengan tidak memperdulikan jumlah sedikit maupun jumlah banyak pemain. Dari kedua pemaknaan di atas, ada empat kata kunci yang perlu digarisbawahi dan dicermati lebih lanjut yaitu kata (1) satuan, (2) kebersamaan, (3) musik yang dimainkan bersama-sama; dan (4) tidak mempedulikan jumlah sedikit maupun banyak pemain. Keempat kata kunci di atas, dapat dijelaskan lebih rinci sebagi berikut:
  1. Yang dimaksud dengan kata “satuan” dalam ensembel musik adalah satuan alat musik, yang dapat dimainkan dalam ensembel musik. Satuan alat musik ini bisa dilihat dari segi jenis alat, klasifikasi alat, dari jumlah alat musiknya.http://youtu.be/1wL42LNVXYA
  • Ensambel musik dalam arti jenis alat musik, lebih diartikan sebagai suatu permainan bersama menggunakan alat musik yang sejenis (similar of musical instruments claisification), misalnya pada ensemble sejenis untuk ensemble recorder (ensembel rekorder), ensemble melodion (ensembel pianika), ensemble guitar (ensembel gitar), ensemble flute (ensambel flut), dan sebagainya. 
  • Ensembel musik dalam arti klasifikasi alat musik, yang akan memunculkan peristilahan tentang permainan musik yang menggunakan kelompok alat musik dalam klasifikasi campuran (mixing of musical instruments clasification), seperti string-instrumets ensemble (ensembel musik gesek), yang di dalamnya tergambung permainan musik violin, viola, cello, kontrabas, dan sebagainya. Selanjutnya ada juga wind-instruments ensamble (ensembel musik tiup), yang terdiri dari kelompok musik tiup campuran antara alat tiup kayu dan tiup logam, seperti gabungan antara klarinet (tiup kayu) dengan flugle (tiup logam), atau antara sesama alat musik tiup. Terkadang ensambel campuran bisa juga berbentuk woodwind-instruments ensamble (ensembel campuran musik tiup kayu) saja, yang terdiri dari kalirnet, oboa, basson, dsb; brass-instruments ensamble (ensembel campuran musik tiup logam) saja, seperti trompet, oponium, flugle, horon, tuba, dsb; percussion isntruments ensamble (ensembel campuran musik perkusi), pada alat musik latin percussion (marakas, triangle, ringbell, conga (baca konja); drum percussion (bass-drum, tom-tom, floor-drum, snare-drum), dsb. Ensambel dalam klasifikasi campuran alat musik ini juga bisa diartikan pada peristilahan tentang combo-band (band combo); big combo band (band combo besar); Bigband (band lengkap); orchestra (orkes), chamber music (permainan musik di ruang kecil), dan sebagainya.
  • Sedangkan dilihat dari jumlahnya, maka permainan ensambel musik gesek, tiup kayu, tiup logam, perkusi, combo-band dan chamber music, baik yang berbentuk ensambel musik sejenis (similar of musical instruments) atau ensambel musik campuran (mixing of musical instrument) bisa dimaikan dalam jumlah terbatas, misalnya dalam formasi duet (dua pemain), trio (tiga pemain), kwartet (empat pemain, kwintet (lima pemain) dan sebagainya.http://youtu.be/eBFBg5KURh0
  • Yang dimaksud dengan kata “kebersamaan” (togetherness) dalam pengertian ensembel musik, lebih diarahkan kepada aspek kejiawaan atau psikologis antar para pemain dalam permainan ensambel tersebut, baik pada saat merencanakan, proses persiapan (latihan) bersama, maupun pertunjukan ensambel musik itu, Bermain ensambel dalam kebersamaan di sini dapat diartikan bermain musik bersama dalam satu jiwa musik yang sama, penghayatan yang sama. perasaan yang sama, perasaan yang sama, cara pengungkapan yang sama, sampai kepada bentuk sajian musik yang sama, untuk sebuah tujuan musik yang sama. Jadi dalam pengertian ensembel yang kedua ini, yang di-sensembel-kan itu adalah pelaku musiknya, atau orang-orang yang dalam jumlah tertentu, membentuk kelompok musik untuk memainkan musik bersama. Terkadang hanya dengan berlatar belakang penjiwaan musik yang sama, orang bisa bermain musik secara bersama tanpa saling mengenali sebelumnya. Siapa saja, kapan saja, dan dimana saja orang bisa bermain musik secara ensembel, tanpa mesti harus ada persiapan latihan, atau untuk tujuan acara tertentu. Namun tidak sedikit juga para praktisi musik telah membuat sebuah pertunjukan ensambel musik yang besar, yang dimulai dengan proses perencanaan, proses latihan dan pertunjukan musik yang melibatkan unsur manajemen produksi seni pertunjukan musik.
  • Masih terkait dengan aspek penjiwaan musik dalam kebersamaan ini, maka pengertian ensembel musik yang ketiga adalah “bermain musik bersama”, yang secara teknis lebih diarahkan kepada permain musik yang dilakukan secara bersama oleh sejumlah orang pada materi dan tujuan yang sama. Oleh sebab itu, tepat kiranya apabila ensambel musik lebih didekatkan para ahli ke kecabangan pendidikan musik yang lazim dikenal dengan bidang educational music (musik pendidikan). Jika musik pendidikan meletakkan musik sebagai salah satu sarana atau media berkesenian yang erat dengan pembentukan sikap (afeksi) seseorang, misalnya dalam hal kedisiplinan, perilaku (aptitude = dibaca eticut), kearifan, kebijaksanaan, elegan, simpatik, berempati, berperasaan halus (peka) terhadap orang dan lingkungan, maka akan bersesuaian jadinya apabila ensembel musik di sekolah kejuruan atau pendidikan seni menjadi penting untuk dilaksanakan. Jika dikaitkan lagi dengan musik sekolah (shooling music), maka pada ensembel boleh jadi dibentuk sikap para praktisi musik dalam musiknya, sedangkan di musik sekolah lebih dikembangkan aransemen dan penciptaannya, Oleh sebab itu, dengan adanya ensembel musik, bukan permainan musiknya sebagai satu-satunya tujuan ensembel musik yang paling diutamakan. Tapi tujuan ensembel musik yang lebih penting dari sekedar hasil “mutu permainan musik” dalam pertunjukan adalah pada proses “mutu kebersamaan” untuk suatu bekerjasama (teammwork), menjiwai, menghayati, dan merasakan permainan musik yang dilakukan secara bersama-sama untuk tujuan bersama tersebut.
  • Pengertian ensembel musik yang keempat, adalah turunan dari semua pengertian pada poin satu, dua, dan tiga di atas, yaitu menyangkut permainan musik yang tidak mempedulikan jumlah sedikit maupun banyak pemain. Dari pengertian itu tersiratkan juga pengertian tambahan bahwa ensembel musik bisa dilakukan dalam jumlah pemain musik dan alat yang sedikit maupun dalam jumlah pemain musik dan alat yang banyak. Pengertian ini lebih menjurus sebagai suatu pilihan, dan tidak begitu penting jika dibandingkan dengan pemahaman ensembel sebagai tentang satuan alat, kebersaman, dan kerjasama tadi. Pilihan tentang jumlah pemain dan alat biasanya mengacu kepada kemampuan kerja dan finansial (jika dibutuhkan) untuk menhadirkan ensembel tersebut. Oleh karena itu, bagi beberapa kelembagaan pendidikan dan profesi musik yang sudah profesional, biasa akan selalu mendahulukan penentuan satuan alat, membina kebersamaan antar pemain untuk penjiwaan dan penghayatan, serta kerjasama dalam proses berlatih musik, sebelum akhirnya lembaga itu menentukan apakah pertunjukan ensembel musik jadi dilaksanakan atau tidak.  http://youtu.be/Bcf2Ixqncvg

Salam dari Misterjejet