Kamis, 12 September 2013

DUA ORANG DOSEN SENDRATASIK MENJADI PEMAKALAH DALAM SEMIRATA PONTIANAK - KALIMANTAN BARAT

Bandara Supadio, Pontianak
Kalimantan Barat
Syeilendra, S.Kar., M.Hum.
Hotel Orchadz
       Berangkat dari Bandara Minangkabau, Padang - Sumatera Barat, pukul 05.30 WIB, rombongan dosen dari FBS Universitas Negeri Padang yang berjumlah 18 orang, berangkat menuju Jakarta, dengan tujuan selanjutnya adalah kota Pontianak - Kalimantan Barat, untuk ikut hadir dan berpartisipasi dalam Seminar dan Rapat Tahunan (SEMIRATA) Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) se-Wilayah Barat yang di-handle oleh FKIP Universitas Tanjungpura. Saat berangkat dari Padang, rombongan dipimpin oleh Pembantu Dekan I Bapak Prof.Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., dan setelah sampai di Bandara Sukarno Hatta menuju Bandara Supadio Pontinianak, rombongan dipimpin langsung oleh Dekan FBS UNP, Bapak Prof. Dr. M.Zaim., M.Hum. Dari kedelapan belas orang rombongan Semirata Pontianak ini, ikut serta empat orang dosen dari Jurusan Sendratasik, yaitu Bapak Drs. Esy Maestro, M.Sn., yang juga menjabat Pembantu Dekan III FBS UNP, Bapak Syeilendra, S.Kar., M.Hum., ibu Afifah Asriati, S.Sn., MA. dan Bapak Yos Sudarman, S.Pd., M.Pd. Pak Cen (sapaan sehari-hari untuk Bapak Syeilendra) hadir dalam kapasitasnya sebagai pimpinan/Ketua Jurusan Sendratasik dan pemakalah pendamping. Sementara Pak Yo (sapaan untuk Bapak Yos Sudarman) hadir pula sebagai utusan WMM (Wakil Manajemen Mutu) ISO 9001-2008 FBS dan juga berpartisipasi sebagai pemakalah pendamping. Sementara ibu Afif juga hadir selaku sekretaris Jurusan Sendratasik FBS UNP.
Yos Sudarman, S.Pd., M.Pd.
Sekitar jam 12.30 WIB waktu Pontianak (kira-kira beda satu jam dengan Padang), rombongan Semirata dari Padang sampai di Bandara Supadio Pontianak. Kedatangan disambut langsung oleh Panitia dari FKIP Universitas Tanjungpura. Atas arahan dari Bapak Dr. Totok Priyadi, M.Pd., rombongan Semirata FBS UNP langsung diakomodasi ke penginapan di Hotel ORCHADZ, Jln. A.Yani Pontianak.Pada hari Senin, 9 September 2013 tersebut, seluruh rombongan Semirata yang hadri dari beberapa perguruan tinggi wilayah barat, datang secara bergantian, dan untuk semntara beristirahat sejenak di hotel untuk siap mengikuti rangkaian acara Semirata keesokan harinya.
Tugu Katulistiwa Pontianak
Prosiding Semirata Pontianak
      Dari setiap kontingen perguruan tinggi di luar UNTAN yang hadir, boleh jadi rombongan Semirata dari FBS UNP adalah peserta kontingen terbanyak (18 orang), Universitas Bengkulu 9 orang, universitas Jambi 1 orang, Universitas Negeri Medan 5 orang, Universitas Negeri Jakarta 2 orang, Universitas Andalas 1 orang, Universitas Sriwijaya Palembang 6 orang, dan beberapa universitas laiinya yang hadir hingga peserta mencapai sekitar 80 orang (keterangan yang dihimnpun dari Panitia. Selanjutnya dari seluruh peserta Semirata tersebut, dapat dikelompokkan lagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pimpinan perguruan tinggi, mulai dari Dekan, Pembantu Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Ketua Program Studi, termasuk ketua unit-unit pelayanan di fakultas pada perguruan tinggi masing-masing. Kelompok kedua adalah kelompok pemakalah semirata, di mana pada tahun ini menhadirkan dua orang pemakalah utama dan 58 oirang pemakalah pendamping. Pemakalah utama yang pertama adalah Prof. Dr. Yus Rusyana dari Universitas Pendidikan Indonesia yang membawakan tema: "Memanfaatkan Jati Diri Bangsa yang Terdapat Pada Budaya Suku Bangsa bagi Kepentingan Pendidikan". Pemakalah utama kedua adalah Dr. Pudentia, MPSS dari Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Indonesia yang juga menjabat Ketua Sosiasi Tradisi Lisan Indonesia. Pemakalah utama kedua mebawakan tema: "Kearifan Lokal sebagai Kekuatan Kultural Membentuk Peradaban". Sementara dari 58 judul makalah pendamping, dua makalah diantaranya disampaikan oleh Syeilendra, S.Kar., M.Hum., dengan tema: "Pertunjukan Saluang jo Dendang dalam Konteks "Bagurau" di Miangkabau" serta makalah dengan tema: "Pengetahuan Interdisiplinaritas Tidak Baku pada Pelajaran Seni Budaya; Studi Kasus Pelajaran Seni Musik pada Pendidikan Dasar di Sumatera" adalah makalah yang disajikan oleh Yos Sudarman, S.Pd., M.Pd.. Namun demikian, jika dihitung keseluruhannya, maka makalah yang dibawakan oleh rombongan dari FBS UNP padang berjumlah empat makalah. Dua makalah lagi disajikan oleh Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum. selaku dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan tema: "Bentuk Sapaan dan Fatis Etnis Minangkabau dan Tionghoa (Cina); Upaya Penciptaan Saling Paham untuk Pencegahan Konflik dan Disintegrasi Bangsa". Berikutnya adalah makalah yang disajikan oleh Muhammad Al Hafizh, S.S., MA. selaku dosen Sastra Inggris Jurusan Bahasa Inggris FBS UNP.
Prof. Dr. M.Zaim, M.Hum. Dekan FBS UNP
Esy Maestro & Yos Sudarman
       Adapun tema yang diusung dalam kegiatan Semirata BKS-PTN Wilayah Barat di Pontianak, 10 - 11 September 2013 ini adalah MENGOPTIMALKAN POTENSI MUATAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA, SASTRA, SENI, DAN BUDAYA. Tentunya kegiatan Semirata Pontianak ini menghailkan beberapa pemikiran-pemikiran terbaru tentang pengembangan bahasa, seni, dan budaya dalam kontek pembelajaran dan konteks yang lebih luas, atas beberapa makalah yang telah disajikan para penelis, yang bisa disimak pada prosiding yang telah dimiliki oleh masing-masing pemakalah. Namun demikian, suatu keputusan para pimpinan dalam Rapat Tahunan Semirata yang cukup berarti bagi FBS UNP Padang adalah dikukuhkannya Dekan FBS UNP Padang yaitu Prof. Dr. M.Zaim, M.Hum, selaku Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-BTN) WIlayah Barat untuk penyelenggaraan Semirata tahun 2014, yang akan dilaksanakannya di FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang beralamat di Serang, Propinsi Banten. Sebagai informasi awal, Untirta memiliki beberapa fakultas, di antaranya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Ilmu Pendidikan, dan Jurusan MIPA. Dengan terpilihnya Bapak M.Zaim sebagai Ketua BKS-PTN Wilayah Barat untuk Semirata tahun 2014, tentunya kesertaan FBS UNP dalam ajang Semirata tahun depan akan lebih ditingkatkan lagi.

Sabtu, 27 Juli 2013

UJI KETERAMPILAN SENDRATASIK JALUR MANDIRI & PRESTASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

Sebagian Besar Peserta Bosan Menunggu Mulainya Ujian Keterampilan, karena listrik P
       Tepat pada jam 09.00 WIB Kamis Pagi, tanggal 18 Juli 2013, Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni kembali melaksanakan Ujian Keterampilan (UJK) bagi calon mahasiswa baru jalur Prestasi dan Mandiri tahun 2013. Dibandingkan dengan pelaksanaan UJK pada tahun-tahun sebelumnya, maka sesuai dengan petunjuk yang tertera pada liflet penerimaan mahasiswa baru yang diterbitkan Universitas Negeri Padang, terdapat perbedaan teknis pelaksanaan pada penerimaan jalur prestasi dan mandiri tahun 2013 ini.





Tim Dosen Penguji UJK Sendratasik 2013
Sampai dengan pelaksanaan UJK tahun 2012 setahun yang lalu, penerimaan jalur prestasi dan mandiri masih dilaksanakan pada jadwal yang terpisah, Namun pada penerimaan tahun 2013 ini, kedua jalur penerimaan tersebut dilaksanakan pada jadwal yang sama. Boleh jadi, jika para tamatan SLTA peminat kuliah di Universitas Negeri Padang, ingin masuk UNP dengan jalur "prestasi" tapi tidak melakukan pendaftaran sejak awal pada jalur "mandiri-prestasi" sebagaimana yang disebarluaskan pada liflet, maka akan hilanglah kesempatannya untuk masuk ke UNP lantaran menunggu penerimaan jalur prestasi (seperti biasanya), padahal sudah digabung lebih awal pada jalur mandiri-prestasi. Inilah beberapa hal yang dikeluhkan para peminat kuliah di UNP, yang mengira bahwa masih ada penerimaan jalur prestasi setelah penerimaan jalur mandiri. Kalau begitu, sudah sepatutnya diingatkan kembali kepada tamatan SLTA yang berminat masuk kampus "manapun" juga, untuk tetap meng-update setiap perkembangan informasi, supaya tidak ditinggalkan waktu dan kesempatan nantinya.



Bapak Irdhan ED. Putra, M.Pd. selaku Penguji Praktek Musik
       Kembali lagi ke kegiatan UJK Jalur Prestasi-Mandiri 2013 yang dilaksanakan oleh Jurusan Sendratasik, tercatat 177 orang peserta yang teregistrasi secara on-line telah melakukan pendaftaran masuk Jurusan Sendratasik yang tersebar pada pilihan I, II, dan III. Cek and ricek informasi tim blogspot di lapangan, ternyata pilihan I, II, dan III ini juga amat menentukan besar kecilnya kesempatan untuk diterima di Jurusan Sendrtasik. Lumrah memang, kalau Jurusan Sendratasik atau jurusan manapun di UNP akan lebih memilih calon mahasiswa yang benar-benar berminat masuk pada salah satu jurusan, sehingga ia akan menempatkan jurusan yang dipilihnya pada Pilihan I. Selanjutnya, dari 177 orang peminat Jurusan Sendratasik ini, dapat dikategorikan lagi atas dua minat konsentrasi, yaitu konsentrasi Tari dan konsentrasi Musik. Istilah konsentrasi ini nampaknya sudah mulai dipopulerkan Jurusan Sendratasik semenjak diberlakukannya Kurikulum Sendratasik Tahun 2012 dan berlanjut ke Kurikulum 2013 ini, di mana penggunaan konsentrasi ini merupakan cikal bakal nantinya bagi Jurusan Sendratasik untuk membentuk dua program studi baru, yaitu S-1 Pendidikan Seni Tari dan S-1 Pendidikan Seni Musik. Dari daftar absensi peserta UJK yang bisa dilihat secara terbuka di sekretariat pendaftaran, tercatat 94 orang peminat memilih konsentrasi musik yang melaksanakan uji keterampilan secara benar, 54 orang peminat memilih konsentrasi tari yang juga melaksanakan uji keterampilan secara benar, serta sisianya 29 orang peminat yang tidak melakukan uji keterampilan dengan benar (boleh jadi hadir di lokasi ujian tapi tidak melaksanakan ujian, melakukan ujian di dua konsentrasi, atau ujian di satu konsentrasi yang tidak lengkap).
Suasana Pendaftaran Peserta UJK di Sekretariat Panitia

       Sebagaimana yang telah disosialisasikan Panitia, peserta UJK Prestas-Mandiri Jurusan Sendratasik 2013 ini harus menentukan satu pilihan minat konsentrasinya waktu pendaftaran. Kalau peminat ingin masuk pada konsentrasi musik, ia akan mendapatkan slip penilaian warna kuning, yang nantinya diserahkan kepada dosen penguji (uji praktek musik, uji musikalitas, dan wawancara musik) melalui bantuan para senior.







Peserta Uji Kreatifitas tari unjuk kemampuan
Begitu juga sebaliknya, kalau peminat ingin masuk pada konsentrasi tari, ia akan mendapatkan slip penilaian warna pink, yang nantinya diserahkan kepada dosen penguji (uji tari bentuk, uji kreatifitas tari, dan wawancara tari) melalui bantuan para senior juga. Toh kalau ada juga yang melakukan uji keterampilan pada konsentrasi tari dan musik, jelas itu merupakan kesalahan dari peminat sendiri yang tidak mengerti dengan aturan Panitia.      Uji keterampilan Prestasi-Mandiri kali ini juga dilaksanakan oleh dua tim dosen penguji, masing-masing untuk UJK Minat Tari dan UJK Minat Musik.
    Wawancara Tari oleh Ibu Afifah Asriati terhadaps peserta uji keterampilan Sendratasik
  • Adapun tim dosen pertama untuk UJK Minat Tari adalah: ibu Dra. Desfiarni, M.Hum. (Uji Tari Bentuk); ibu Herlinda Mansyur, SST., M.Sn. (Uji Kreatifitas Tari), dan ibu Dra. Fuji Astuti, M.Hum. (Wawancara Tari. Untuk UJK Minat Musik adalah: Bapak Irdhan ED. Putra, M.Pd. (Praktek Musik); ibu Yensharti, S.Sn., M.Sn., (uji musikalitas) dan Bapak Drs. Syahrel, M.Pd. (wawancara musik)
    Bapak Yos Sudarman, S.Pd., M.Pd. menguji kemampuan musikalitas
  • Selanjutnya tim dosen kedua untuk UJK Minat Tari adalah: ibu Susmiarti, SST, M.Pd. (Uji Tari Bentuk); Bapak Indra Yuda, S.Pd., M.Pd., Ph.D. (Uji Kreatifitas Tari), dan ibu Afifah Asriati, S.Sn., MA. (Wawancara Tari. Untuk UJK Minat Musik adalah: Bapak Drs Tulus Handra Kadir, M.Pd. (Praktek Musik); Bapak Yos Sudarman, S.Pd., M.Pd. (uji musikalitas) dan Bapak Drs. Marzam, M.Hum. (wawancara musik).
Pesera Uji Praktek Musik unjuk kemampuan
       Sebagaimana yang biasa terjadi pada setiap penyelenggaraan UJK, khususnya di Jurusan Sendratasik, tentu ada kelebihan dan kekurangan teknis pelaksanaan kegiatan yang bisa dievaluasi untuk masa yang akan datang. Berdasarkan pantauan tim blogspot di lapangan, salah satu kendala yang amat berpengaruh dalam pelaksanan UJK kali ini justru bukan berasal dari teknis pelaksanaan yang sudah disiapkan panitia. Tapi, matinya listrik PLN di seluruh kawasan Kota Padang pada Kamis pagi itu, jelas telah mengganggu aktivitas pelaksanaan UJK yang pada awalnya hendak dimulai pada jam 09.00 WIB, yang akhirnya sampai ditunda pada pukul 11.00 WIB. Format-format isian peserta dan slip penilaian yang semestinya sudah dibagikan sejak calon peminat mendaftar, tidak jadi diberikan lebih awal, namun sesaat akan dilaksanakannya ujian dengan kondisi pas-pasan. Untunglah, kegiatan UJK ini akhirnya berjalan dengan baik, hingga dua hari pelaksanannya sampai pada hari Jumat, 19 Juli 2013.
Bapak Drs. Jagar L Toruan, M.Hum.
      O iya, hampir lupa juga, kalau masalah lain yang juga ditemukan dalam pelaksanaan UJK (tapi bukan kesalahan Panitia di Sendratasik), adalah kesimpang-siuran informasi tentang beda pelaksanaan ujian antara jalur prestasi dan mandiri yang dilaksanakana serentak ini. Sebagian peminat sejak awal pendaftaran memahami bahwa yang memilih jalur prestasi pada waktu pendaftaran on-line, tidak lagi melaksanakan ujian keterampilan, kecuali hanya melakukan verifikasi sertifkat/piagam bukti prestasi bidang seni yang pernah diraihnya (kebetulan dilaksanakan di Lobi/Galery Seni Rupa) di lantai 1 gendung FBS UNP, di mana untuk ferifikasi peminat Sendratasik dilakukan oleh bapak Jagar Lumban Toruan, M.Hum







Uji Tari Bentuk di Medan Nan Baliduang FBS
Begitu pula sebaliknya, bagi yang online mendaftar pada jalur mandiri, tidak melakukan ferifikasi sertifikat/piagam, kecuali mereka harus ikut uji keterampilan dengan membayar uang UJK di bank. Tapi kenyataan yang berkembang di lapangan, ada juga calon yang telah tercatat sebagai peserta jalut prestasi, juga ikut melakukan pembayaran uang UJK di bank. Atas keteledoran atau apalah namanya, Panitia penerimaan tingkat Universitas dan Fakultas mengambil solusi jalan tengah, bahwa bagi
peminat jalur prestasi yang juga melakukan pembayaran uang UJK di bank, wajib ikut uji keterampilan. Tapi sayang, keputusan ini baru diumumkan pada waktu siap sholat Zuhur. Bagi yang tahu, bersyukur ikut uji keterampialn. Bagi yang tidak tahu, pada kemana ya? Mohon jangan ucapkan "Kacian De Loe", karena bukan kesalahan mereka juga kok. Lalu "Salah Siapa?"....Nggak tahu la.....

Jumat, 28 Juni 2013

PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM S1/D4 MANDIRI SEMUA FAKULTAS DI UNIVERSITAS NEGERI PADANG TAHUN 2013



Ada kabar baik bagi tamatan SLTA yang berminat melanjutkan studi ke Universitas Negeri Padang, khususnya di Jurusan Seni Drama Tari dan Musik Fakultas Bahasa dan Seni. Ini ada info resminya yang telah tersebar luas melalui brosur UNP, terutama untuk penerimaan jalur Prestasi Tahun 2013 di Sendratasik, sebagaimana tercantum pada brosur di bawah ini:
Brosur Keseluruhan

Brosur Halaman Pertama

Brosur Halam Kedua

Brosusr (Persyaratan Pendaftaran)
Info selengkapnya, sialakan hubungi: www.UNP.ac.id dan email di info@unp.ac.id

Jumat, 21 Juni 2013

TANGGAPAN MEDIA DI MEDAN ATAS PAGELARAN KOMPOSISI JURUSAN SENDRATASIK FBS UNP PADANG DI FBS UNIMED MEDAN

Sebagaimana yang diberitakan oleh PEMBKOMEDA.go.id. pada Selasa, 2010-05-25 08:23:01 Wib, tertorehlah sebuah tulisan yang membanggakan hati sivitas akademika Jurusan Sendratasik FBS UNP dengan judul:

HARKITNAS DAN PENTAS SENI FBS UNIMED MERIAH
        Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Universitas Negeri Medan, Kamis (20/5) jauh berbeda dari tempat lain. Usai upacara yang dipimpin Rektor Prof Syawal Gultom MPd dilanjutkan dengan Pentas Seni dan Kreativitas di halaman Fakultas Bahasa dan Seni yang sangat meriah.
     Acara yang diawali dengan prosesi penjemputan rektor dengan becak kelasik menuju lokasi kegiatan dikawal beragam kesenian yang atraktif dalam rangkaian Kolosal Arts Performing Colloboration diikuti mahasiswa FBS Jurusan Sendratasik Universitas Negeri Padang, Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Palembang, perwakilan dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan mahasiswa HKBP Nomensen Medan.
      Selain menggelar kolaborasi seni musik, tari, drama kolosal, para mahasiswa juga menggelar bazar dan pameran kreativitas para mahasiswa dari masing-masing jurusan yang ada di FBS Unimed. Bahkan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan FMIPA program studi Biologi juga ikut memamerkan hasil karya mereka.

UJI KETERAMPILAN (UJK) SBMPTN 2013 JURUSAN SENDRATASIK FBS UNP Sudah Dilaksanakan 20 - 21 Juni 2013

     Tepat pukul 09.30 WIB pada Kamis pagi, Ujian Keterampilan (UJK) Sendratasik SBMPTN Tahun 2013 mulai dilaksanakan sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh Panitia SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Lokal 17 Padang, yang dikoordinasikan bersama antara Universitas Andalas (UNAND) dengan Universitas Negeri Padang (UNP). Sebelum ujian keterampilan dilaksanakan, mendadak Rektor Universitas Negeri Padang, Bapak Prof. Dr. Phill Yanuar Kiram beserta staf yang juga didampingi oleh Dekan FBS UNP Prof. Dr. M.Zaim, menyempatkan diri berkunjung ke kantor Jurusan Sendratasik; dengan agenda silaturrahmi dan menguatkan kembali pentingnya pelaksanaan UJK dengan standar seleksi yang telah ditetapkan secara nasional. Rektor UNP menambahkan, "Mudah-mudahan uji keterampilan tari dan musik yang dilaksanakan di Jurusan Sendratasik dapat menjaring para calon talenta-talenta berbakat yang siap dibina di Jurusan Sendratasik."
     Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari salah seorang dosen penguji, UJK SBMPTN 2013 kali ini telah menjaring 287 orang calon mahasiswa yang berminat masuk Jurusan Sendratasik FBS UNP Padang. Dari sebanyak itu peminat, para calon dikategorikan lagi ke dalam dua minat uji keterampilan, yaitu minat tari dan minat musik (sesuai dengan keinginan para calon masing-masing). Pemisahan minat sejak awal penjaringan calon mahasiswa baru di UJK ini, juga ditujukan sebagai penyesuaian terhadap rencana penerapan Kurikulum Jurusan Sendratasik FBS UNP Padang yang berbasis KKNI (Kritera Kualifikasi Nasional Indonesia). Sehingga pada saat calon mahasiswa yang berminat masuk Jurusan Sendratasik nantinya diterima dan sah menjadi mahasiswa Sendratasik, maka sejak semester pertama mereka telah terbagi ke dalam konsentrasi Pendidikan Seni Tari dan Konsentrasi Pendidikan Seni Musik, sebagaimana hal yang sama juga telah dirintis pada penerimaan mahasiswa Sendratasik FBS UNP Padang tahun 2012 yang lalu.
     Mengingat pentingnya kegiatan UJK Tari dan Musik yang dipersyaratkan sebagai satu kesatuan dari ujian tulis SBMPTN 2013, maka tim penguji langsung diketuai oleh Ketua Jurusan Sendratasik; Bapak Syeilendra, S.Kar., M.Hum., yang juga bertindak sebagai dosen pewawancara.


     Sesuai dengan kriteria pengujian yang terdiri dari tes bidang tari, bidang musik, dan wawancara, maka selengkapnya susunan tim penguji pada UJK SBMPTN 2013 Sendratasik FBS UNP adalah sebagai berikut:
  1. Bidang Uji Keterampilan Tari; menggunakan kriteria uji Tari Bentuk, Kreativitas Tari, dan Wawancara Tari, dengan susunan tim dosen penguji terdiri dari: Yuliasma, S.Pd., M.Pd. dan Susmiarti, SST., M.Pd. (Bidang Tari Bentuk); Indrayuda, S.Pd., M.Pd., Ph.D. dan Dra. Desfiarni, M.Hum. (Bidang Kreativitas Tari) serta Dra. Fuji Astuti, M.Hum. dan  Zora Iriani, S.Pd., M.Pd., (Bidang Wawancara Tari).
  2. Bidang Uji Keterampilan Musik, menggunakan kriteria uji Praktek Musik, Uji Musikalitas, dan Wawancara Musik, dengan susunan tim dosen penguji terdiri dari: Wimbrayardi, S.Sn., M.Sn. dan Harisnal Hadi, S.Pd. (Bidang Praktek Musik); Drs. Jagar L. Toruan, M.Hum. dan Yos Sudarman, S.Pd., M.Pd. (Bidang Uji Musikalitas) serta Syeilendra, S.Kar., M.Hum. dan Drs. Tulus H. Kadir, M.Pd. (Bidang Wawancara Musik).

  Bercermin dari pengalaman uji keterampilan pada tahun-tahun sebelumnya, maka dari pengamatan tim redaksi Send-Blogspot di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan Uji Keterampilan (UJK) SBM PTN 2013 kali ini cukup lancar atau terlaksana dengan baik. Paling tidak dari hasil pemantauan di lapangan menunjukkan jika para peserta UJK cukup mudah untuk menentukan di mana dan dengan siapa ia akan melaksanakan uji keterampilan. Ternyata panitia UJK tahun ini telah langsung membagi peserta ujian atas minat tari dan minat musik yang dibagi lagi ke dalam kelompok 1 dan 2. Pembagian seperti ini telah dirancang panitia semenjak peserta ujian mendaftar di loket pendaftaram untuk langsung menerima 3 (lembar kertas banko isian nilai ujian warna merah (bagi peminat tari dan kuning bagi peminat musik) yang akan mereka serahkan langsung ke masing-masing penguji pada saat ujian dilaksanakan.
    
     Hal menarik lainnya yang diapat dipantau langsung oleh redaksi Send-Blogspot adalah keterlibatan mahasiswa senior yang benar-benar sangat membantu dalam memperlancar pelaksanaan uji keterampilan Sendratasik tahun ini. Sebagaimana yang diungkapkan Wulan Permata Sari (salah seorang mahasiswa tari angkata 2010) bahwa "Membantu para peserta tes uji keterampilan di Sendratasik, sudah merupakan tradisi tersendiri bagi senior-senior Sendratasik, Karena kami tidak pulang kampung selama libur lantaran menunggu semester pendek, bagusnya bantu-bantu di kampus ketimbang dikost aja". Seperti yang dinyatakan Wulan, bantuan yang dimaksud itu memang nyata adanya, manakala ada beberapa mahasiswa yang berdiri di pintu masuk lokasi tes untuk mengontrol keluar masuknya mahasiswa peserta tes. Hal senada juga disampaikan oleh Suci Kemala Putri, salah seorang mahasiswa senio tari yang juga melakukan aktivitas yang sama demi kelancara penyelenggaraan UJK Sendratasik SBMPTN tahun 2013


Dari sekian mahasiswa yang terlibat dalam panitia, ada juga mahasiswa senior yang berpartisipasi pada bidang lain, seperti Camera-man, juru terapi psikology peserta tes (dengan mengajak kenalan, ngobrol, atau bercanda)....asyik deh pokoknya. Ada juga yang kebetulan berpartisipasi sebagai bodyguard adik, sepupu, keponakan, teman dari teman, yang kebetulan ingin juga masuk Sendratasik. Pengen buktinya....ini dia jepretannya:

O iya, ada informasi penting lagi buat peserta UJK SBMPTN 2013 yang pilih Jurusan Sendratasik, bahwasanya jika Saudara dinyatakan lulus waktu pengumuman SBMPTN 2013, maka jangan sia-siakan kesempatan baik untuk kuliah di Jurusan Sendratasik FBS UNP yang akreditasinya "B" alias "Bagus". Tapi, kalau Saudara tidak lulus, jangan kecewa atau langsung putus asa. Kalau tekadnya masih kuat mau masuk Sendratasik FBS UNP Padang, haaaa....ada dua solusi lagi; Pertama, ikut tes lagi pada jalur Prestasi, yang pengumumannya akan dilansir juga di blogspot ini. Kedua, kalau masih belum ketemu peruntungannya di jalur Prestasi, masuk saja ke jalan bypass, yaitu jalur bebas hambatan "Non Reguler". Paling ya beda-beda ongkos dikit aja. Ijazah toh sama kok pasa tamat. Kuliahnya juga sama Senin - Jumat, Okey lah ya. Agar jangan ketinggalan informasi, pantau terus blog kita ini, demi mendapatkan informasi yang uptudate.
Okey boy&girls. Mau tahu salah satu aktivitas Sendratasik UNP Padang? Ini liputan gratis buat anda!
http://youtu.be/JgSlKAaa2kg

Selasa, 11 Juni 2013

JURUSAN SENDRATASIK FBS UNP PADANG Menyampaikan Selamat kepada FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNP

Dengan diterimanya sertifikat ISO 9001-2008 dari TUV-Rheiland Germany oleh Fakultas Bahasa dan Seni pada 8 Juni 2013 yang lalu, dengan nomor register 01 100 1327175, pada kualifikasi: Kualitas Sistem Manajemen dalam Penerapan Tridhrama Perguruan Tinggi (Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat), segenap civitas akademika Jurusan Pendidikan Sendratasik mengucapkan "selamat" atas raihan prestasi dan pengakuan kinerja tersebut.
O ya....ini ada sedikit oleh-oleh buat yang udah ngunjungi bloq ini, yaitu sekilas profil mini dari FBS UNP Padang. Semoga bermanfaat.
http://youtu.be/ogOZnPRcTFA 

Minggu, 09 Juni 2013

PENGERTIAN ENSEMBEL MUSIK


A. PENGERTIAN SECARA LEKSIKAL
Ditinjau dari asal katanya menurut kamus, ensambel berasal dari kata ensemble (Perancis); dan ansamble (Inggris), yang bermakna “bersama-sama”. Namun jika dilakukan penerjemahan sesuai kamus yang sebenarnya, maka kata ensamble atau ansamble, tidak akan ditemukan. Kedudukan kata ini sama dengan kata “tuts”, “keyboard” dan “band”. Tuts pada piano, secara leksikal belum disepakati ahli sebagai “bilah-bilah nada” pada piano sampai sekarang. “Tuts ya tuts”. Sama halnya dengan keyboard, tidak bisa disederhanakan diartinya secara leksikal sebagai “papan nada”. “Keyboard ya “keyboard”. Oleh karena itu, menurut lafaz (cara pengucapan) dalam bahasa Indonesia, banyak ahli musik sepakat jika kata-kata musik yang tidak punya makna leksikal tunggal (satu makna kamus) itu tetap saja dibaca sesuai dengan tulisannya menurut bahasa asingnya, atau di-lafaz-kan menurut bahasa Indonesia dari “yang didengar” pada pengucapan bahasa asingnya. Sehingga kedua kata (ensemble –Perancis dan ansamble  -Inggris), lebih tepat untuk tetap diucapkan sebagai “ensembel” dalam pengucapan atau penulisan menurut bahasa Indonesia, yang sama kedudukannya dengan “tuts” ditulis tuts, “keyboard” ditulis keyboard, atau “band” ditulis band.
http://youtu.be/R7JT5lbYmCY 
Pada awalnya kata ensemble atau ansamble lebih populer di dunia industri teknologi otomotif, khususnya pada bidang perakitan (ensembling) mesin-mesin mekanik. Mobil atau motor yang bergerak secara mekanik karena adanya bagian-bagian mesin yang terpasang dan membentuk sistem kerjasama motorik, juga dianggap sebagai sebuah proses ensabling. Dengan kata lain, mobil, motor, kapal terbang, dsb, bisa bergerak karena adanya proses ensambling mekanik yang terjadi antar bagian pada mesin kendaraan transportasi tersebut.
Dalam perkembangannya, penggunaan kata ensembel juga meluas di berbagai bidang. Pada dunia kesehatan, juga dikenal kata medical ansamble, yang dapat disinonimkan dalam arti “kerjasama” antara sesama tenaga medis dalam kegiatan operasi besar. Di dunia fisika, ada optical ansamble, yaitu kerjasama lensa dalam sistem perbesaran optik di teropong dan mikroskop. Jadi sejak sekarang dapat kita pahami bahwa ensembel tidak hanya dipakai dalam dunia musik, tapi sebuah kata kerja (verba) atau kata kerja pengganti kata benda (pronomina) yang sudah mengalami generalisasi makna kian meluas. Artinya, kata ini umum dan cukup luas dipakai dalam berbagai bidang seperti mekanik, medis, fisika, dan tidak terkecuali di bidang musik.

http://youtu.be/4k8rAFND9qg
Pada pihak banyak pengamat musik, ensembel, justru lebih dulu muncul di dunia musik daripada kemunculan ensembel dalam bidang yang lain. Logikanya, musik adalah kesenian yang lebih dulu muncul dalam peradaban manusia daripada bidang yang lain. Sebelum manusia mengenal industri masa industrial revolution (revolusi industri) di Inggris dan Jerman di abad ke-19, musik sudah lebih dulu hadir dalam peradaban kuno, baik yang berlatar belakang zaman batu, logam, masa bercocok tanam, maupun berlanjut pada zaman abad pertengahan, dan modern sekarang ini.
Pemahaman logika di atas, tentu sejalan dengan berbagai tulisan yang ada dalam sejarah musik dunia. Manusia bernyanyi bersama, bermain alat musik bersama, baik dalam musik vokal atau instrumental, pada berbagai kegiatan ritual dan upacara, sudah biasa dan umumnya dibuat dalam “permainan bersama”. Malah cikal bakal perkembangan “musik resital” (permainan musik individual), pada kebudayaan kuno dan primitif, berawal dari permainan musik bersama-sama. Boleh dikatakan juga bahwa dalam sejarahnya, permainan musik secara ensembel (bersama-sama) justru lebih dulu muncul dibandingkan dengan permaian musik individual. Hal ini juga bersamaan dengan tatanan atau cara hidup masyarakat zaman kuno dan primitif yang terpola dalam kelompok dan kerjasama. Sehingga pola kehidupan dengan cara demikian, berpengaruh ke dalam kehidupan kesenian mereka, khususnya bidang musik.

A. PENGERTIAN SECARA TERMINOLOGI
Idealnya, memahami kata ensembel dalam musik tidak bisa diartikan menurut makna kamus semata. Akan lebih tepat apabila kata “ensamble; ansamble” itu dilihat dalam makna menurut kontek (contextual- therminology). Sama juga dalam memahami kata “tuts” yang jika tidak dikaitkan dengan konteks piano, juga tidak bermakna apa-apa. Jadi jika kata ensambel hanya diartikan secara sepihak (tidak dihubungkan dengan kontek musik), maka akan sulit memahaminya, atau malah akan bisa bergeser maknanya pada bidang-bidang yang lain.
Dalam kamus musik, seperti yang dirilis oleh Banoe (2003: 133) dijelaskan bahwa ensembel dapat diartikan dalam dua makna, yaitu: (1) Ensembel sebagai kelompok musik dalam satuan kecil; (2) Ensembel adalah kesatuan, kebersamaan, dalam musik yang dimainkan bersama-sama, dengan tidak memperdulikan jumlah sedikit maupun jumlah banyak pemain. Dari kedua pemaknaan di atas, ada empat kata kunci yang perlu digarisbawahi dan dicermati lebih lanjut yaitu kata (1) satuan, (2) kebersamaan, (3) musik yang dimainkan bersama-sama; dan (4) tidak mempedulikan jumlah sedikit maupun banyak pemain. Keempat kata kunci di atas, dapat dijelaskan lebih rinci sebagi berikut:
  1. Yang dimaksud dengan kata “satuan” dalam ensembel musik adalah satuan alat musik, yang dapat dimainkan dalam ensembel musik. Satuan alat musik ini bisa dilihat dari segi jenis alat, klasifikasi alat, dari jumlah alat musiknya.http://youtu.be/1wL42LNVXYA
  • Ensambel musik dalam arti jenis alat musik, lebih diartikan sebagai suatu permainan bersama menggunakan alat musik yang sejenis (similar of musical instruments claisification), misalnya pada ensemble sejenis untuk ensemble recorder (ensembel rekorder), ensemble melodion (ensembel pianika), ensemble guitar (ensembel gitar), ensemble flute (ensambel flut), dan sebagainya. 
  • Ensembel musik dalam arti klasifikasi alat musik, yang akan memunculkan peristilahan tentang permainan musik yang menggunakan kelompok alat musik dalam klasifikasi campuran (mixing of musical instruments clasification), seperti string-instrumets ensemble (ensembel musik gesek), yang di dalamnya tergambung permainan musik violin, viola, cello, kontrabas, dan sebagainya. Selanjutnya ada juga wind-instruments ensamble (ensembel musik tiup), yang terdiri dari kelompok musik tiup campuran antara alat tiup kayu dan tiup logam, seperti gabungan antara klarinet (tiup kayu) dengan flugle (tiup logam), atau antara sesama alat musik tiup. Terkadang ensambel campuran bisa juga berbentuk woodwind-instruments ensamble (ensembel campuran musik tiup kayu) saja, yang terdiri dari kalirnet, oboa, basson, dsb; brass-instruments ensamble (ensembel campuran musik tiup logam) saja, seperti trompet, oponium, flugle, horon, tuba, dsb; percussion isntruments ensamble (ensembel campuran musik perkusi), pada alat musik latin percussion (marakas, triangle, ringbell, conga (baca konja); drum percussion (bass-drum, tom-tom, floor-drum, snare-drum), dsb. Ensambel dalam klasifikasi campuran alat musik ini juga bisa diartikan pada peristilahan tentang combo-band (band combo); big combo band (band combo besar); Bigband (band lengkap); orchestra (orkes), chamber music (permainan musik di ruang kecil), dan sebagainya.
  • Sedangkan dilihat dari jumlahnya, maka permainan ensambel musik gesek, tiup kayu, tiup logam, perkusi, combo-band dan chamber music, baik yang berbentuk ensambel musik sejenis (similar of musical instruments) atau ensambel musik campuran (mixing of musical instrument) bisa dimaikan dalam jumlah terbatas, misalnya dalam formasi duet (dua pemain), trio (tiga pemain), kwartet (empat pemain, kwintet (lima pemain) dan sebagainya.http://youtu.be/eBFBg5KURh0
  • Yang dimaksud dengan kata “kebersamaan” (togetherness) dalam pengertian ensembel musik, lebih diarahkan kepada aspek kejiawaan atau psikologis antar para pemain dalam permainan ensambel tersebut, baik pada saat merencanakan, proses persiapan (latihan) bersama, maupun pertunjukan ensambel musik itu, Bermain ensambel dalam kebersamaan di sini dapat diartikan bermain musik bersama dalam satu jiwa musik yang sama, penghayatan yang sama. perasaan yang sama, perasaan yang sama, cara pengungkapan yang sama, sampai kepada bentuk sajian musik yang sama, untuk sebuah tujuan musik yang sama. Jadi dalam pengertian ensembel yang kedua ini, yang di-sensembel-kan itu adalah pelaku musiknya, atau orang-orang yang dalam jumlah tertentu, membentuk kelompok musik untuk memainkan musik bersama. Terkadang hanya dengan berlatar belakang penjiwaan musik yang sama, orang bisa bermain musik secara bersama tanpa saling mengenali sebelumnya. Siapa saja, kapan saja, dan dimana saja orang bisa bermain musik secara ensembel, tanpa mesti harus ada persiapan latihan, atau untuk tujuan acara tertentu. Namun tidak sedikit juga para praktisi musik telah membuat sebuah pertunjukan ensambel musik yang besar, yang dimulai dengan proses perencanaan, proses latihan dan pertunjukan musik yang melibatkan unsur manajemen produksi seni pertunjukan musik.
  • Masih terkait dengan aspek penjiwaan musik dalam kebersamaan ini, maka pengertian ensembel musik yang ketiga adalah “bermain musik bersama”, yang secara teknis lebih diarahkan kepada permain musik yang dilakukan secara bersama oleh sejumlah orang pada materi dan tujuan yang sama. Oleh sebab itu, tepat kiranya apabila ensambel musik lebih didekatkan para ahli ke kecabangan pendidikan musik yang lazim dikenal dengan bidang educational music (musik pendidikan). Jika musik pendidikan meletakkan musik sebagai salah satu sarana atau media berkesenian yang erat dengan pembentukan sikap (afeksi) seseorang, misalnya dalam hal kedisiplinan, perilaku (aptitude = dibaca eticut), kearifan, kebijaksanaan, elegan, simpatik, berempati, berperasaan halus (peka) terhadap orang dan lingkungan, maka akan bersesuaian jadinya apabila ensembel musik di sekolah kejuruan atau pendidikan seni menjadi penting untuk dilaksanakan. Jika dikaitkan lagi dengan musik sekolah (shooling music), maka pada ensembel boleh jadi dibentuk sikap para praktisi musik dalam musiknya, sedangkan di musik sekolah lebih dikembangkan aransemen dan penciptaannya, Oleh sebab itu, dengan adanya ensembel musik, bukan permainan musiknya sebagai satu-satunya tujuan ensembel musik yang paling diutamakan. Tapi tujuan ensembel musik yang lebih penting dari sekedar hasil “mutu permainan musik” dalam pertunjukan adalah pada proses “mutu kebersamaan” untuk suatu bekerjasama (teammwork), menjiwai, menghayati, dan merasakan permainan musik yang dilakukan secara bersama-sama untuk tujuan bersama tersebut.
  • Pengertian ensembel musik yang keempat, adalah turunan dari semua pengertian pada poin satu, dua, dan tiga di atas, yaitu menyangkut permainan musik yang tidak mempedulikan jumlah sedikit maupun banyak pemain. Dari pengertian itu tersiratkan juga pengertian tambahan bahwa ensembel musik bisa dilakukan dalam jumlah pemain musik dan alat yang sedikit maupun dalam jumlah pemain musik dan alat yang banyak. Pengertian ini lebih menjurus sebagai suatu pilihan, dan tidak begitu penting jika dibandingkan dengan pemahaman ensembel sebagai tentang satuan alat, kebersaman, dan kerjasama tadi. Pilihan tentang jumlah pemain dan alat biasanya mengacu kepada kemampuan kerja dan finansial (jika dibutuhkan) untuk menhadirkan ensembel tersebut. Oleh karena itu, bagi beberapa kelembagaan pendidikan dan profesi musik yang sudah profesional, biasa akan selalu mendahulukan penentuan satuan alat, membina kebersamaan antar pemain untuk penjiwaan dan penghayatan, serta kerjasama dalam proses berlatih musik, sebelum akhirnya lembaga itu menentukan apakah pertunjukan ensembel musik jadi dilaksanakan atau tidak.  http://youtu.be/Bcf2Ixqncvg

Salam dari Misterjejet